Deskripsi

“Lengkung SPEKTRUM FAJAR SENJA aneka warna KASIH SETIA ALLAH yang mengayomi JEJAK LANGKAH KEHIDUPAN bertanda nama 'BELUM'!"

Kamis, 02 Januari 2025

“Sujud Selembar Daun” (2)

 (Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti)

“Sujud Selembar Daun” adalah judul kumpulan sajak; sanjak; yang  sudah lazim disebut puisi. Kumpulan puisi yang berisi 40 untaian puisi ini adalah karya sastrawan Mezra E. Pellondou, diterbitkan pada bulan Maret 2020, dicetak oleh CV Oase Group Surakarta, Jawa Tengah. Arti leksikal kata sujud yakni: berlutut serta meletakkan dahi ke lantai, misalnya pada waktu salat sambil membaca tasbih (bagi umat Islam); atau menyembah sebagaimana dilakukan oleh murid-murid Yesus (misalnya, Lukas 24:52, atau Wahyu 1:17)”  dan pernyataan hormat dengan berlutut serta menundukkan kepala sampai ke tanah. Sujud  juga berarti jatuh atau gugur,  kena goda, tergoda, berserah diri sambil meratap  atau meneteskan air mata. Ungkapan selembar daun  memiliki makna figuratif seseorang (dengan seluruh lembaran hidupnya).

Minggu, 20 Oktober 2024

Pemilihan Presiden Periode 2024 – 2029 Dalam Matriks Teori Vibrasi Kepelopran

(Oleh A. G. Hadzarmawit Netti) 

Pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2024 – 2029 sudah selesai pada 14 Februari 2024 lalu. Sidang sengketa pilpres yang ditangani oleh Mahkamah Konstitusi juga sudah selesai dibacakan keputusannya pada 22 April 2024. Pemenang pilpres pun sudah resmi ditetapkan oleh KPU setelah MK menolak gugatan kubu capres Anies Baswedan dan kubu capres Ganjar Pranowo. Kini—pada hari Minggu, 20 Oktober 2024—Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah dilantik menjadi Presiden dan akil Presiden RI periode tahun 2024 – 2029.

Selasa, 18 Juni 2024

Beberapa Catatan &Penjelasan tentang Hēmera dalam Yohanes 11:9 dan yang berkaitan

 


Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

Catatan pendahuluan

Artikel ini merupakan penjelasan saya atas pertanyaan seorang pengusaha (anggota majelis gereja) yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur. Sahabat tersebut saya singkatkan namanya (ASP), yang meminta penjelasan mengenai hēmera (kata Yunani) dalam Yohanes 11:9 (Kitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani). Sebenarnya ASP telah meminta penjelasan tentang hemera (Yohanes 11:9) kepada Pendeta (YTH), namun ASP merasa kurang puas atas penjelasan yang diberikan oleh YTH. ASP kemudian meminta penjelasan kepada saya melalui email. Dan inilah penjelasan saya:

Beginilah bunyi Yohanes 11:9: Jawab Yesus, “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk. Karena ia melihat terang dunia ini.”  Transkripsi teks Perjanjian Baru Bahasa Yunani, sebagai berikut:  apekrithē  Iēsous, Ouchi dōdeka hōrai eisin tēs hēmeras; ean tis peripatē(i) en tē(i) hēmera, ou proskoptei, hoti to phōs tou kosmou toutou blepei. (Perjanjian Baru Indonesia – Yunani . LAI. Jakarta 2002)

Minggu, 16 Juni 2024

“Sujud Selembar Daun” (1)

 

Mezra E. Pellondou

Telah sujud selembar daun

di Taman Budaya Gerson Poyk

pada malam, 23 Desember 2023

dalam acara “Bincang-bincang Sastra Akhir Tahun”.

sujud selembar daun saat itu

bukan karena diterpa dan dihempaskan

siklon musim kemarau; melainkan lantaran semilir

yang dihembuskan oleh Mezra.

 

Kamis, 13 Juni 2024

Pergantian Pemimpin dan Kemapanan Kerajaan Menurut Pandangan Leluhur Etnis Rote

 


Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

SEMENJAK berabad-abad yang lalu leluhur etnis Rote telah memiliki pandangan yang jelas mengenai pergantian pimpinan serta kemapanan kerajaan (nusak). Tugas dan tanggung jawab apa yang harus dirampungkan oleh seorang pemimpin demi kesinambungan kepemimpinan serta kemapanan kerajaan selanjutnya yang menjamin kemaslahatan rakyat, telah disadari sedalam-dalamnya oleh para leluhur etnis Rote.

Jumat, 30 Juni 2023

BAGIAN KETIGA - Hanya Ada Satu ALLAH yang Disebut BAPA Tidak Ada ALLAH Lain yang Disebut IBU


 

(Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti)

 

Pada bagian ketiga tulisan ini saya harus mengawalinya dengan menyebut Mery Kolimon, penulis buku Misi PEMBERDAYAAN Prespektif Teologi Feminis (BPK Gunung Mulia Jakarta. Cetakan ke-1, 2022. Banyaknya halaman buku: xxxvi + 539 hlm; tebal 3,5 cm; format: 15 x 23 cm).  Sebelum memulai pembahasan, saya merasa perlu mengemukakan dua pertanggungjawaban. Pertama, nama penulis buku, yakni Mery Kolimon, saya sebut tanpa gelar (sekalipun saya kenal), karena memang Mery Kolimon tidak menyebutkan gelarnya baik pada judul buku ( kover buku bagian depan), maupun pada judul halaman dalam.  Penulis buku hanya menyebut secara singkat identitasnya pada kover buku bagian belakang: “Mery Loise Yuliane Kolimon lahir pada tahun 1972 di SoE, Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur. Saat ini mengabdi di Sinode GMIT dan mengajar pada Program Pascasarjana Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, NTT, dengan mengampu mata kuliah Misiologi.” Kedua, Tulisan bagian ketiga ini saya sumbangkan, setelah mempertimbangkan  pernyataan dan harapan Mery Kolimon: “Saya menyadari pemikiran saya tidak sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik Allah. Untuk itu, saya mengharapkan tanggapan kritis dari para pembaca agar di masa yang akan datang pemikiran dalam buku ini dapat berkembang.” (Kata Pengantar Oleh Penulis, hlm. xxxi). Demikianlah alasan pertanggungjawaban saya sebagai seorang pengarang taat asas.

Selasa, 27 Juni 2023

BAGIAN KEDUA - ALLAH adalah BAPA dalam Perjanjian Baru

 


(Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti)

 

Robert Ernest Hume, Ph.D., dalam bukunya, The World’s Living Religion (New York. Charles Scribner’s Sons 1933:251) mengatakan bahwa dalam Injil Matius, Markus, Lukas, Yohanes, tercatat kira-kira 150 kali Yesus menyebut  Allah dengan sebutan Bapa. Sebutan Bapa digunakan dalam 61 ayat; sebutan Ya Bapa dalam berdoa kepada Allah terdapat dalam 17 ayat; Bapa-Ku dalam 50 ayat; Bapa-mu, kadang-kadang Bapa-mu yang di surga  dalam 18 ayat; dan Bapa kami, dalam doa yang Yesus ajarkan (Matius 6:9; Lukas 11:2). Seluruhnya, sebutan Bapa yang ditujukan kepada Allah dalam Perjanjian Baru terdapat kira-kira 500 kali.

Minggu, 25 Juni 2023

BAGIAN PERTAMA - Nama dan Sebutan ALLAH dalam Perjanjian Lama

 


(Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti)

 

UNTUK mengenal nama dan sebutan Allah dalam Perjanjian Lama maka alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu nama-nama ilah atau dewa orang-orang bukan Israel yang disebut dalam Perjanjian Lama. Saya sebutkan di sini beberapa nama ilah atau dewa saja yaitu: Dagon, ilah atau dewa sembahan orang Filistin (Hakim-Hakim 16:23); Asytoret atau Asytart, ilah atau dewi sembahan orang Sidon; Kamos, ilah atau dewa sembahan orang Moab (2 Raja-Raja 23:13); Milkom, ilah atau dewa sembahan orang Amon (1 Raja-Raja 11:5; 2 Raja-Raja 23:13); Molokh, ilah atau dewa  sembahan bani Amon (1 Raja-Raja 11:7); Baal, ilah atau dewa sembahan orang Kanaan (1 Raja-Raja 18:18,21; Baal juga memiliki nabi-nabi sebanyak 450 orang [ayat 22]; selain itu ada ilah atau dewa Baal yang disebut Baal-berith, sebagai penguasa untuk mengadakan persetujuan; Baal-zebub atau Baal-zebul, ilah atau dewa sembahan orang Filistin di Ekron (2 Raja-Raja 1:1-6); Rimon, ilah atau dewa sembahan  orang Siria (2 Raja-Raja 5:18); Ratu sorga, dewi sembahan dalam agama orang Babilonia dan Assyria (Yeremia 44:17,19)

Minggu, 30 Oktober 2022

Gereja Masehi Injili Di Timor -- Api Reformator Martin Luther Yang Membara Di Timor

Analisis Berdasarkan Teori Vibrasi

Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

Catatan pengantar

JUDUL tulisan ini dapat mengundang orang untuk menyebutnya sebagai judul yang muluk-muluk! Peneliti dan penulis sejarah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) misalnya M. A. Noach yang menulis diktat, “Langkah Pertama Suatu Tinjauan Terhadap Periode 25 Tahun GMIT 31 Oktober 1947—31 Oktober 1972” (Kupang, 1972); F. L. Cooley yang menulis tentang  “Memperkenalkan Gereja Masehi Injili Timor”—dalam Benih yang Tumbuh XI  (LPS DGI, Jakarta, 1976); Gordon Dicker yang menulis naskah buku, “Pengabaran Injil Di Pulau Timor” (Kupang, 1960); dan Pdt. Dr. Frederiek Djara Wellem yang menulis buku, Sejarah Gereja Masehi Injili Di Timor Jilid 1  (Permata Aksara Jakarta, 2011) mungkin dapat juga berkata begitu, atau dengan sentilan tambahan, “Ah, terlalu muluk-muluk!”

Kamis, 06 Oktober 2022

Vibrasi Kepeloporan Calon Presiden RI Masa Bakti 2024 – 2029 Pada Pemilihan Umum & Pemilihan Presiden Tahun 2024

 

Oleh A. G. Hadzarmawit Netti

 

Catatan pengantar

Sampai dengan tanggal 01 Oktober 2022 malam, jam 00:50 WIB,  ada tiga tokoh yang disebut oleh pengamat politik di Jakarta sebagai calon presiden yang memiliki elektabilitas tinggi pada pemilihan Presiden RI tahun 2024. Ketiga tokoh itu yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan  Prabowo Subianto. Di samping itu, ada pengamat politik yang mengatakan bahwa secara elektabilitas Ganjar Pranowo dominan, tetapi keok menghadapi Anies Baswedan. Dan ada pengamat politik lain yang mengatakan: Prabowo Subianto kalah melawan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Perkembangan  kemudian, pada tanggal 03 Oktober 2022, Ketua Umum DPP Partai Nasdem—Surya Paloh mendeklarasikan dukungan  kepada Anies Baswedan sebagai calon Presiden RI periode 2024 – 2029  yang akan diusung Partai Nasdem pada pemilihan umum dan pemilihan presiden tahun 2024. Sementara itu Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia  (PSI), Grace Natalie mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai calon Presiden untuk maju pada pemilihan umum dan pemilihan presiden tahun 2024. Barangkali akan ada perkembangan lain lagi pada hari-hari akan datang!

Minggu, 05 Juni 2022

 

“yang mati dan bangkit itu

telah naik ke surga,

maka turunlah roh kudus

menyemangati hidup

bagi yang hidup

di tengah pergumulan

antara pengharapan dan harapan

untuk memperoleh”

 

« Oleh; A. G. Hadzarmawit Netti »

 

Kamis, 07 April 2022

Vibrasi Pemilihan Umum & Pemilihan Presiden RI Tahun 2024

 


Oleh A. G. Hadzarmawit Netti

PEMILIHAN UMUM & Pemilihan  Presiden RI masa bakti 2024—2029 akan diselenggarakan pada tahun 2024. Menjelang akhir tahun 2021, belum ada kesepakatan antara Pemerintah, DPR dan KPU mengenai tanggal jadwal penyelenggaraan Pemilihan Umum. Pada 24 Januari 2022, barulah ada kesepakatan antara DPR RI, Bawaslu, Pemerintah dan KPU mengenai tanggal dan bulan penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2024, yaitu: pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan Anggota DPR RI; DPD RI; dan DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota, diselenggarakan pada 14 Februari 2024. Dan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur; Bupati-Wakil Bupati; Wali Kota-Wakil Wali Kota dilaksanakan pada 27 November 2024.

Mengenai pemilihan Presiden, menjelang akhir tahun 2021 Lembaga-lembaga Survei elektabilitas sudah munculkan tiga tokoh nasional yang diunggulkan sebagai calon Presiden RI pada Pemilihan Presiden tahun 2024 yang akan datang.  Beberapa Lembaga Survei di Jakarta menempatkan Prabowo Subianto sebagai tokoh yang memiliki skor elektabilitas yang tinggi; disusul Ganjar Pranowo; kemudian Anies Baswedan. Ada Lembaga Survei lain yang menempatkan Ganjar Pranowo memiliki skor elektabilitas lebih tinggi di atas Prabowo Subianto. Di bawah ini saya ingin mewedarkan hasil penelitian saya berdasarkan teori vibrasi sebagai berikut.

Selasa, 17 Agustus 2021

Vibrasi Kepeloporan Calon Presiden RI Periode 2024 -- 2029

 

Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

 

Vibrasi kepeloporan memberi petunjuk tentang potensi seseorang dalam hubungannya dengan jabatan terkemuka, atau posisi (kedudukan) terpandang, terhormat misalnya: jabatan Presiden, Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Setiap putera terbaik bangsa yang mendambakan jabatan presiden dan wakil presiden serta setiap putra terbaik daerah yang ingin menjadi gubernur, bupati dan walikota, niscaya mempunyai vibrasi kepeloporan dalam dirinya yang dapat dideteksi. Lembaga Survei melakukan survei dengan metode tertentu untuk mengetahui dan/atau menetapkan elektabilitas seseorang dalam kaitannya dengan posisi yang diincar, misalnya presiden.

 Namun saya mendeteksi vibrasi kepeloporan seseorang dengan metode teori vibrasi. Untuk mendeteksi vibrasi kepeloporan seorang tokoh dalam hubungannya dengan jabatan-jabatan yang disebutkan di atas, saya hanya membutuhkan waktu tenang sekitar 5 menit untuk membatin (memikir dalam hati; memikirkan sampai meresap ke dalam hati) dan berbatin (berkata dan/atau membaca dalam hati—apakah tokoh ini memiliki vibrasi kepeloporan atau tidak—berdasarkan intellectual faculty (nous) yang ada dalam diri saya.  Selesai membatin dan berbatin, saya langsung mengetahui skor vibrasi kepeloporan tokoh tersebut dalam hubungannya dengan jabatan yang dideteksi. Skor vibrasi kepeloporan batas bawah sebesar 80. Dan skor vibrasi kepeloporan batas atas sebesar 120.

Senin, 28 Juni 2021

“Wahai Pengawal, Apakah Malam Kan Segera Berlalu?”

 

« Renungan Puitis Ibadah Corona (Mahkota)

di  Pusaran Wabah Virus Corona

Yang Mengguncang Ketenteraman Dunia »

Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti


Ketika sedang tenggelam dalam kontemplasi terkait dengan wabah virus Corona yang mengguncang ketenteraman dunia”, saya mendengar seruan imajiner bertalu-talu di berbagai belahan bumi. Dan seruan imajiner  itu terdengar juga di Indonesia: bertanya-tanya tentang situasi kekelaman yang dihadirkan wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia semenjak Maret 2020 hingga 2021, yang diliputi ketidakpastian.

Seruan imajiner yang bertanya-tanya itu menyadarkan serentak menggugah saya—tepat pada jam 03:30 dinihari—selesai doa pada jam jaga malam ketiga (jam 03:00)—untuk merenungkan teks kitab Yesaya 21:11-12: Ucapan ilahi terhadap Duma. Ada seorang berseru kepadaku dari Seir: “Hai pengawal, masih lama malam ini? Hai pengawal, masih lama malam ini?” Pengawal itu berkata: “Pagi akan datang, tetapi malam juga. Jika kamu mau bertanya, datanglah bertanya sekali lagi!”  

Dalam The Holy Bible Revised Standard Version (RSV), Yesaya 21:11-12 diterjemahkan begini: The oracle concerning Dumah. One is calling to me from Se’ir, “Watchman, what of the night? Watchman, what of the night?” The watchman  says: “Morning comes, and also the night. If you will inquire, inquire; come back again.” Teks The Holy Bible RSV ini menarik perhatian saya untuk dianalisis.

***

           

Minggu, 23 Mei 2021

“LIBERALISME dan LIBERTINISME”

 


Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat tahun 2008 terdapat entri liberal, liberalis dan liberalisme. Entri liberal diberi arti 1 bersifat bebas; 2 berpandangan bebas (luas dan terbuka). Dan liberalisme diberi arti 1 aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi untuk berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur); 2 usaha perjuangan menuju kebebasan. Arti kata liberal dan liberalisme seperti ini belum memadai benar. Selain itu, dalam KBBI tidak terdapat entri liberti, libertine dan libertinisme.

Kamis, 18 Maret 2021

Jejak Langkah Kehidupan & Pengabdian Drs. Herman Ebenhard Lay Berdasarkan Teori Vibrasi

 Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

 

Drs. Herman Ebenhard Lay

BAGIAN PERTAMA

Daftar Riwayat Hidup dan Pekerjaan

 I.   Nama             :  Drs. Herman Ebenhard Lay.

      TTL                :  Rote, Ringgou, 08 Maret 1940.

      Pendidikan     : - SD 1955, berijazah.

                               - SMP Nasional Ba’a, Rote 1959,

                                  Berijazah.             

                               - SGA Negeri Kupang 1963, ber-

                                  Ijazah. 

                               - PGSLP Negeri Kupang 1971,

                                  berijazah.

                               - Sarjana (S1) FKIP Undana    

                                 Kupang 1987, berijazah.

Rabu, 20 Januari 2021

“Mencermati Sentilan ‘Bodoh’ Prof. Yusuf Leonard Henuk terhadap Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono

 

Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

 


                        Saya baca detiknews, Rabu, 13 Januari 2021 - 20:50 WIB. Judul tulisan, “Guru Besar USU Prof Yusuf Leonard Jelaskan Alasan Cuit SBY-AHY Bodoh”. Dalam tulisan ini, “Cuitan” saya ganti dengan kata “sentilan”. Adapun sentilan yang Prof Yusuf Leonard tujukan terhadap Susilo Bambang Yudhoyono tertulis sebagai berikut: “Yth @SBYudhoyono, memang kau bodoh sekali, karena Pemerintah @jokowi sudah berulangkali ingatkan tak hanya vaksin lalu semua beres, tapi tetap dilakukan 3 M. Kau sok suci bawa-bawa nama Tuhan seperti FPI yang kamu besarkan&dibubarkan @jokowi, jadi terbukti kau memang munafik sekali,” tulis akun @ProfYLH seperti dilihat detikcom.

                      

Kamis, 07 Januari 2021

Epifani

 


Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

Epifani berasal dari kata Yunani, epiphaneia, artinya “penampakan”; “kedatangan”. Kata Yunani ini diserap ke dalam  bahasa Inggris, epiphany. Kata dalam bahasa Inggris ini yang dimasukkan ke dalam KAMUS TEOLOGI Inggris – Indonesia (Henk Ten Napel. BPK Gunung Mulia Cet. Ke-12 Tahun 2012) dan diindonesiakan menjadi epifani.  Dalam KAMUS ISTILAH TEOLOGI (R. Soedarmo. BPK Gunung Mulia Cet. Ke-19 Tahun 2009), kata Yunani, epiphaneia diindonesiakan juga dengan epifani.

Minggu, 27 Desember 2020

Sekali Lagi Tentang: Adventus

 


Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti 

Catatan pengantar

Artikel tentang Adventus Natal telah saya muat di blog www.bianglalahayyom.blogspot.co.id., edisi Selasa, 02 Desember 2014. Oleh karena bermacam-macam perkembangan yang terjadi antara tahun 2015 hingga tahun 2019, maka Adventus Natal saya bahas lagi dalam artikel ini. Itulah sebabnya artikel ini saya beri judul, “Sekali lagi tentang: Adventus Natal”.

Kamis, 24 Desember 2020

Gereja Di Zaman Modern Mau Dibawa Ke Mana?

Pembukaan Bulan Bahasa; Minggu, 6-5-2018

GMIT Kefas. Pos Kupang-Tribunnews.com


Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

Warta Pelayanan Jemaat Gunung Sinai Naikolan edisi Minggu, 19 Januari 2020 menyajikan tema khotbah, “Gereja Di Zaman Modern Mau Dibawa Ke Mana?” Pembacaan Alkitab yang dipilih untuk mewedarkan tema ini diambil dari Perjanjian Lama, Yeremia 15:1-4. Sebagai seorang warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang terhisab dalam persekutuan Jemaat Gunung Sinai Naikolan, saya merasa tergugah oleh tema khotbah tersebut yang merupakan sebuah interogasi. Sontak saya teringat akan sebuah gaya bahasa yang disebut interogasi, yang dapat dijelaskan sebagai berikut.