Deskripsi

“Lengkung SPEKTRUM FAJAR SENJA aneka warna KASIH SETIA ALLAH yang mengayomi JEJAK LANGKAH KEHIDUPAN bertanda nama 'BELUM'!"
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2022

Gereja Masehi Injili Di Timor -- Api Reformator Martin Luther Yang Membara Di Timor

Analisis Berdasarkan Teori Vibrasi

Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

Catatan pengantar

JUDUL tulisan ini dapat mengundang orang untuk menyebutnya sebagai judul yang muluk-muluk! Peneliti dan penulis sejarah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) misalnya M. A. Noach yang menulis diktat, “Langkah Pertama Suatu Tinjauan Terhadap Periode 25 Tahun GMIT 31 Oktober 1947—31 Oktober 1972” (Kupang, 1972); F. L. Cooley yang menulis tentang  “Memperkenalkan Gereja Masehi Injili Timor”—dalam Benih yang Tumbuh XI  (LPS DGI, Jakarta, 1976); Gordon Dicker yang menulis naskah buku, “Pengabaran Injil Di Pulau Timor” (Kupang, 1960); dan Pdt. Dr. Frederiek Djara Wellem yang menulis buku, Sejarah Gereja Masehi Injili Di Timor Jilid 1  (Permata Aksara Jakarta, 2011) mungkin dapat juga berkata begitu, atau dengan sentilan tambahan, “Ah, terlalu muluk-muluk!”

Sabtu, 16 Maret 2019

Jejak Langkah Kehidupan dan Pelayanan Pdt. Christiana Stefanny Vora Lada-Messakh, S.Si Teol.

 (A. G. Hadzarmawit Netti)

Kata Aluan

Pada hari Minggu, 17 Maret 2019, bertempat di Gedung Kebaktian Jemaat Gunung Sinai Naikolan di Klasis Kota Kupang, denominasi Gereja Masehi Injili di Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilangsungkan Kebaktian Perpisahan berkenaan dengan akhir masa pelayanan Pdt. Christiana Stefanny Vora Lada-Messakh. Setelah melayani jemaat selama 36 tahun dan genap berusia 60 tahun pada 17 Maret 2019, Pdt. Christiana Stefanny Vora Lada-Messakh dengan suka cita dan bangga menjadi emeritus (orang yang dipensiunkan dengan terhormat dari tugas pelayanan jemaat).
Berkenaan dengan peristiwa khusus tersebut, A. G. Hadzarmawit Netti (seorang Penatua Jemaat Gunung Sinai Naikolan Kupang) menyelisik jejak langkah kehidupan dan pelayanan Pdt. Christiana Stefanny Vora Lada-Messakh, serta mewedarkannya dalam sebuah buku kecil dan tipis, yang profilnya  terlihat di bawah ini.

Selasa, 12 November 2013

NATAL DAN PASKAH DALAM KONTEMPLASI PENYAIR


Puluhan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 29 Desember 1972 sampai tanggal 8 Januari 1973, di sepenggal dunia yang bernama Bangkok, pernah dilangsungkan sebuah konperensi sedunia tentang “Keselamatan Masa Kini”. Selama konperensi berlangsung, ada kelompok-kelompok khusus yang membahas dan menghayati bersama peranan seni dalam penghayatan dan pewujudan keselamatan. Secara umum dikatakan bahwa unsur seni dirasakan sekali kegunaan dan manfaatnya bukan hanya dalam ibadah-ibadah, tetapi pada waktu pementasan, ataupun dalam hal mengalami bersama nilai dan hakikat seni itu di dalam kehidupan persekutuan.

BILANGAN SUPER Dalam Konteks Religi Dan Budaya Etnis Rote Ndao


NAMA Pythagoras (570 sebelum Masehi – 495 sebelum Masehi)  sudah tidak asing lagi dalam dunia filsafat, agama, dan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pasti (matematika). Pythagoras berpendapat bahwa segala sesuatu adalah bilangan-bilangan. Betapa pun luasnya alam semesta ini, unsur-unsur dan setiap perubahan di dalamnya dapat ditentukan dengan satuan-satuan bilangan. Sebagai percobaan, Pythagoras menggunakan dawai mono chord (dawai yang memiliki senar tunggal). Setiap perubahan panjang senar dengan perbandingan yang tetap (1:2; 2:3; 3:4) akan menghasilkan nada yang berbeda untuk setiap perbandingan, namun kedengarannya sangat harmonis.

Sajak-Sajak CHAIRIL ANWAR Dalam Kontemplasi


APRESIASI PUISI pada hakikatnya adalah penilaian (penghargaan) terhadap puisi, dan ini niscaya melalui suatu proses pengamatan, penelitian yang bertujuan mendalami, menilai, dan menghayati nilai-nilai puisi. Kegiatan semacam ini hanya bisa terjadi apabila seseorang mengenal dan secara tekun menggeluti puisi itu sendiri maupun materi-materi yang bertalian dengan puisi, sehingga di dalam dirinya tumbuh dan berkembang pengertian serta kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan terhadap puisi. Untuk itu, minat harus dibangkitkan dan digalakkan, sebab tanpa minat yang sungguh-sungguh, tidak mungkin ada rasa ketertarikan terhadap puisi, tidak mungkin ada ketekunan mengakrabi dan menggeluti puisi.

VIBRASI SEJARAH PERGERAKAN KEMERDEKAAN DAN VIBRASI EKSISTENSI BANGSA INDONESIA


MEMPELAJARI sejarah sesungguhnya memberikan kesenangan tersendiri. Kesenangan itu dapat berupa kesenangan estetis seperti halnya kita mempelajari karya-karya sastra naratif. Kesenangan lainnya adalah kesenangan pesona perlawatan, karena dari kisah sejarah yang kita pelajari itu kita seolah-olah sedang melakukan suatu perlawatan sambil menyaksikan berbagai perkembangan, kejadian, peristiwa, dan perjuangan dari sekelompok manusia yang hidup di suatu ruang dan waktu yang jauh dari ruang dan waktu kehidupan kita sekarang ini.
Tetapi sejarah tidak saja memberikan kepada kita kesenangan sebagaimana disebutkan di atas. Sejarah juga dapat memberikan kepada kita manfaat. Ada beberapa manfaat yang dapat kita pungut dari sejarah: manfaat rekreatif, manfaat inspiratif, manfaat instruktif, dan manfaat kebijaksanaan atau hikmat.

Sabtu, 23 Juni 2012

BILANGAN SUPER

Dalam Konteks Religi Dan Budaya Etnis Rote Ndao

KATA PENGANTAR

NAMA Pythagoras (570 sebelum Masehi – 495 sebelum Masehi)  sudah tidak asing lagi dalam dunia filsafat, agama, dan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pasti (matematika). Pythagoras berpendapat bahwa segala sesuatu adalah bilangan-bilangan. Betapa pun luasnya alam semesta ini, unsur-unsur dan setiap perubahan di dalamnya dapat ditentukan dengan satuan-satuan bilangan. Sebagai percobaan, Pythagoras menggunakan dawai mono chord (dawai yang memiliki senar tunggal). Setiap perubahan panjang senar dengan perbandingan yang tetap (1:2; 2:3; 3:4) akan menghasilkan nada yang berbeda untuk setiap perbandingan, namun kedengarannya sangat harmonis.