Deskripsi

“Lengkung SPEKTRUM FAJAR SENJA aneka warna KASIH SETIA ALLAH yang mengayomi JEJAK LANGKAH KEHIDUPAN bertanda nama 'BELUM'!"

Senin, 05 Agustus 2019

Vibrasi Kepeloporan Gibran Rakabuming Raka Calon Wali Kota Solo Periode 2020 – 2025


Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

Gibran Rakabuming Raka (gambar: merdeka.com)

Saya baca detiknews/Berita-Jawa-Tengah/ dan KompasTV, yang memberitakan bahwa Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, dua putra Presiden Joko Widodo, masuk bursa survei pencalonan Wali Kota Surakarta atau Solo periode 2020 – 2025. Di samping itu, ada dua tokoh lain yang hasil surveinya dirilis pula, yaitu Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (UNSRI) Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep, Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa  merupakan empat tokoh yang digadang-gadang oleh warga masyarakat pemilih di Surakarta atau Solo. Survei dilakukan di 96 titik lokasi dengan 8 responden di masing-masing titik. Survei menguji tiga kategori, yaitu popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas. Ada 766 responden yang dilibatkan dalam survei.

Hasil survei yang saya baca di detiknews adalah sebagai berikut: (1) dalam hal popularitas, Gibran Rakabuming Raka dan Achmad Purnomo 90 responden, dan Kaesang Pangarep 86 responden. (2) dalam hal akseptabilitas, Achmad Purnomo 83 responden; Gibran Rakabuming Raka, Teguh Prakosa, dan Kaesang Pangarep di bawah 83 responden. Ini memberi petunjuk bahwa masyarakat Surakarta atau Solo menerima, jika Wali Kota mereka adalah Achmad Purnomo. (3) dalam hal elektabilitas, Achmad Purnomo menjadi tokoh dengan pemilih terbanyak, 38%; Gibran Rakabuming Raka 13%; Teguh Prakosa 11% dan Kaesang Pangarep 1%. Selain keempat tokoh yang disebutkan di atas, ada beberapa nama lain yang muncul sebagai calon. Dalam tulisan ini saya hanya akan mendeteksi kepeloporan dari keempat tokoh yang namanya disebutkan di atas.

Jikalau Laboratorium Kebijakan Publik Universitas Slamet Riyadi (UNSRI) Surakarta melakukan survei kategori popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas terkait dengan keempat tokoh yang digadang-gadang sebagai calon Wali Kota Surakarta atau Solo periode 2020 – 2025 itu, maka saya—sebagai seorang pionir teori vibrasi yang tinggal di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur—hanya mendeteksi kepeloporan keempat tokoh tersebut di atas yang namanya telah dipublikasikan sebagai calon Wali Kota Surakarta atau Solo periode 2020 – 2025. Berdasarkan  teori vibrasi kepeloporan yang saya kembangkan, “kepeloporan”  seseorang untuk menjadi “pemimpin” sudah terhisab di dalamnya  “popularitas, akseptabilitas, elektabilitas, dan potensi kepemimpinan” yang tersirat dalam pribadi seseorang yang diandalkan sebagai pemimpin (entah presiden, wakil presiden;  gubernur, wakil gubernur; bupati, wakil bupati; wali kota, wakil wali kota). Kepeloporan seseorang dapat dideteksi oleh seorang pionir teori vibrasi dengan mengandalkan metode metafisika, dan pendeteksian vibrasi kepeloporan akan menghasilkan skor vibrasi kepeloporan antara 10 sampai 120—atau bahkan tidak menghasilkan skor, yang saya sebut “stagnan”. 

Berdasarkan teori vibrasi kepeloporan yang saya kembangkan, skor vibrasi kepeloporan memadai adalah skor vibrasi antara 80 sampai 120 yang dapat dikualifikasi sebagai berikut: Skor kepeloporan memadai 80; 80/90; 90; 90/100; 100; 100/110 dan 120. Sedangkan skor vibrasi kepeloporan yang tidak memadai adalah skor vibrasi 10/20; 20/30; skor vibrasi kepeloporan yang belum memadai lantaran faktor triple-X adalah skor vibrasi antara 30/40 dan 40/50; skor vibrasi kepeloporan yang memiliki potensi adalah skor vibrasi 50/60 dan 60/70; dan skor vibrasi 70 adalah skor vibrasi kepeloporan potensial yang dapat melejit ke skor vibrasi kepeloporan memadai 80 atau 80/90 yang dimungkinkan oleh faktor triple-X. Sekelumit teori vibrasi kepeloporan yang saya uraikan secara sederhana ini tampaknya tidak sama dengan konsep-konsep dan/atau metode metafisika yang dipelajari dan dikuasai oleh ahli metafisika Dr. Arkand Bodhana Zeshaprajna—lulusan University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat. Adapun vibrasi kepeloporan keempat tokoh yang saya deteksi terkait dengan kedudukan Wali Kota Surakarta atau Solo itu, sebagai berikut.

Pertama, Gibran Rakabuming Raka dalam kaitannya dengan kedudukan Wali Kota Surakarta atau Solo periode 2020 – 2025, skor vibrasi kepeloporannya sebesar 90/100. Kedua, Kaesang Pangarep dalam kaitannya dengan kedudukan Wali Kota Surakarta atau Solo periode 2020 – 2025, skor vibrasi kepeloporannya  sebesar 5060. Ketiga, Achmad Purnomo dalam kaitannya dengan kedudukan Wali Kota Surakarta atau Solo periode 2020 -- 2025, skor vibrasi kepeloporannya sebesar 70. Keempat, Teguh Prakosa dalam kaitannya dengan kedudukan Wali Kota Surakarta atau Solo periode 2020 – 2025, skor vibrasi kepeloporannya sebesar 40/50.

Skor vibrasi kepeloporan Kaesang Pangarep (50/60),  berdasarkan uraian di atas adalah skor vibrasi yang memiliki potensi,  dan vibrasi kepeloporan Teguh Prakosa (40/50) adalah skor vibrasi kepeloporan yang belum memadai lantaran faktor triple-X. Sedangkan skor vibrasi kepeloporan Achmad Purnomo (70) adalah skor vibrasi kepeloporan potensial yang dapat melejit ke skor vibrasi kepeloporan memadai 80 dan/atau 80/90 untuk bersaing dengan Gibran Rakabuming Raka yang memiliki skor vibrasi kepeloporan  memadai (90/100).

Berdasarkan wedaran mengenai vibrasi kepeloporan keempat tokoh tersebut di atas dalam kaitannya dengan kedudukan Wali Kota Surakarta atau Solo sebagai incaran, maka sebagai seorang pionir teori vibrasi sejarah dan teori vibrasi kepeloporan, saya merekomendasikan Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon Wali Kota Surakarta atau Solo periode 2020 – 2025.  ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar