Deskripsi

“Lengkung SPEKTRUM FAJAR SENJA aneka warna KASIH SETIA ALLAH yang mengayomi JEJAK LANGKAH KEHIDUPAN bertanda nama 'BELUM'!"

Jumat, 05 Juni 2020

“Renungan di pusaran siklus Covid-19”


(berpangkal pada doa Musa, abdi Allah—Mazmur 90)
 
Pdt. ABE Poli & A. G. Hadzarmawit Netti
adonai ma`on  'atta
hayita  lanu bedor wador.
« Tuhan,
Engkaulah tempat perteduhan kami
turun temurun. »

Ayat ini pun dapat diparafrasa:
« Tuhan,
Engkau adalah
tempat pengungsian bagi kami
dari generasi ke generasi. »

Sabtu, 23 Mei 2020

Keagungan Allah Dalam Denyut Jantung Maria Magdalena Netti-Nge


(Antara 1 Februari 1942 sampai 1 Februari 2020)

Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

 
Maria Magdalena Netti-Nge

Jantung dan denyut jantung
JANTUNG adalah jaringan-jaringan otot yang beratnya hampir seperempat kilogram, atau antara 220 sampai 260 gram, dan besarnya hampir sebesar tinju manusia (pemilik jantung). Jantung adalah “pompa yang sangat ajaib” di dunia ini, yang melebihi efisiensi segala sesuatu yang dibuat manusia.

Jantung tidak bertulang, tidak memiliki persendian dan tidak berkelenjar, tidak banyak jaringan-jaringan kecuali sejumlah lemak. Bentuknya seperti buah mangga atau telur, dan terletak di depan dada bagian bawah, sedikit ke sebelah kiri dari pertengahan, dan ujungnya yang lebih kecil mengarah ke bawah dan ke kiri.

Senin, 04 Mei 2020

Istilah KORUPSI Dalam Perjanjian Baru



Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti

Catatan pengantar
Memperingati dan merayakan Hari Ulang Tahun Ke-70 GMIT pada 31 Oktober 2017 yang lalu, Prof. Dr. Samuel Benyamin Hakh mempersembahan kepada GMIT sebuah tulisan berjudul, “KORUPSI MENURUT PERJANJIAN BARU” (Baca, 70 Tahun: GMIT Berhikmat & Berbagi – ALLAH YANG HIDUP PERBAHARUI DAN PULIHKANLAH GMIT. Penerbit Kandil Semesta [tanpa tahun dan alamat], hlm.374-394).  Tulisan tersebut—sudah  mengalami beberapa perubahan—sebenarnya telah dimuat dalam buku, AKAL BUDI & HATI NURANI (Pdt. Samuel Hakh. Penerbit Bina Media Informasi Bandung. 2014:125-145).

Jumat, 03 Januari 2020

Sekali lagi tentang: Maria dan Marta


(Respons atas komentar Nuban Timo)
Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti


ARTIKEL “Maria dan Marta” (www.bianglalahayyom.blogspot.co.id edisi 27 Februari 2018) sebenarnya telah dipublikasi pada 26 November 2016, akan tetapi lantaran suatu kesalahan teknis artikel tersebut bersama artikel-artikel lain edisi tahun 2016 dan tahun 2017 terhapus. Semua artikel yang terhapus, termasuk artikel “Maria dan Marta” dapat dipublikasikan kembali di blog bianglalahayyom pada 22 Februari 2018 di mana artikel “Maria dan Marta” dimuat pada 27 Februari 2018. Artikel “Maria dan Marta”  merupakan tanggapan saya atas artikel Pdt. Ebenhaizer Nuban Timo berjudul “Maria dan Marta” yang diterbitkan di koran POS KUPANG  edisi Senin, 2 November 2013.yang telah lama berlalu.

Kamis, 14 November 2019

Kesinambungan Kepemimpinan Serta Kemapanan Kerajaan Menurut Pandangan Leluhur Etnis Rote



Oleh: A. G. Hadzarmawit Netti


SEMENJAK berabad-abad yang lalu para leluhur etnis Rote telah memiliki pandangan yang jelas mengenai kesinambungan kepemimpinan serta kemapanan kerajaan (nusak). Tugas dan tanggung jawab apa yang harus dirampungkan oleh seorang pemimpin demi kesinambungan kepemimpinan serta kemapanan kerajaan selanjutnya yang menjamin kemaslahatan rakyat, telah disadari sedalam-dalamnya oleh para leluhur etnis Rote.